Mengapa Berbagi Menjadi Amalan yang Tak Pernah Rugi?

Berbagi dalam Islam bukan sekadar memberi, melainkan investasi kebaikan yang hasilnya dijamin oleh Allah. Apa pun yang dikeluarkan di jalan kebaikan tidak akan pernah benar-benar hilang. Justru, berbagi menjadi amalan yang terus bertumbuh, baik di dunia maupun di akhirat.

Ketika seseorang mau berbagi, ia sedang belajar percaya bahwa rezeki tidak berhenti pada apa yang ada di tangan. Ada keyakinan bahwa Allah adalah sumber segala kecukupan, dan bahwa memberi tidak akan menutup pintu rezeki, justru membukanya dengan cara yang tidak selalu terlihat.

Salah satu sebab kegelisahan adalah rasa terlalu melekat pada apa yang dimiliki. Berbagi mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan, bukan tujuan hidup. Saat seseorang memberi dengan ikhlas, hatinya menjadi lebih lapang dan ringan, karena ia tidak lagi dikendalikan oleh rasa takut kehilangan.

Sering kali manusia khawatir bahwa berbagi akan mengurangi apa yang dimiliki. Padahal Allah telah menjanjikan balasan bagi setiap harta yang dikeluarkan di jalan-Nya.

Allah berfirman:

وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍۢ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ

“Apa saja yang kamu infakkan, Allah pasti akan menggantinya.”
(QS. Saba’: 39)

Janji Allah ini menegaskan bahwa berbagi tidak akan membuat seseorang kekurangan, tetapi justru membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Berbagi membangun jembatan kepedulian di tengah masyarakat. Ia menghapus jarak antara yang mampu dan yang membutuhkan, menumbuhkan empati, serta memperkuat rasa persaudaraan. Dengan berbagi, seseorang tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan saling menguatkan.

Add a Comment

All Categories

Recent Posts

Keimanan yang Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

Mendekat kepada Allah Melalui Kepedulian Sosial

Mangapa Allah Menguji Orang yang Sedang Berusaha Taat?

Butuh Bantuan?
1