Berbakti kepada kedua orangtua, jalan menuju ridha Allah
Salah satu ajaran paling utama dalam Islam adalah berbakti kepada kedua orang tua. Islam menempatkan bakti kepada orang tua di posisi yang sangat tinggi, bahkan setelah perintah untuk menyembah Allah SWT. Kebaikan kepada orang tua bukan hanya tanda syukur, tetapi juga menjadi sebab turunnya rahmat dan pembuka pintu surga.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.” (QS. Al-Isra’: 23)
Ayat ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua berada langsung setelah kewajiban bertauhid. Ini menunjukkan betapa pentingnya posisi orang tua dalam kehidupan seorang muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ridha Allah tergantung kepada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung kepada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi, no. 1899, dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadis ini menegaskan bahwa rida Allah SWT tidak akan bisa dicapai tanpa rida dari kedua orang tua. Maka siapa yang ingin mendapatkan keberkahan hidup dan akhirat, wajib menjaga hubungan baik dengan orang tua.
Rasulullah SAW juga pernah ditanya:
“Amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Beliau menjawab:“Shalat tepat pada waktunya.”
Lalu ditanya lagi:“Kemudian apa?”
Beliau menjawab:“Berbakti kepada kedua orang tua.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua
Dijamin Surga oleh Allah Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Celaka! Celaka! Celaka!”
Para sahabat bertanya, “Siapa yang celaka wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya masih hidup, namun tidak masuk surga karena tidak berbakti kepada mereka.” (HR. Muslim, no. 2551)
Termasuk Amal Paling Utama Seperti dalam hadis sebelumnya, berbakti kepada orang tua termasuk amal terbaik setelah shalat.
Diperpanjang Umur dan Diluaskan Rezeki Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menjadi Penebus Dosa Dalam riwayat disebutkan bahwa Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya karena bakti yang tulus kepada orang tuanya.
Pahala yang Terus Mengalir Berbuat baik kepada orang tua semasa hidup dan bahkan setelah mereka meninggal dunia, seperti dengan mendoakan, menyambung hubungan dengan kerabat mereka, serta melanjutkan amal jariyahnya, akan terus mendatangkan pahala.
Bentuk-Bentuk Berbakti kepada Orang Tua
Bersikap lembut dan berkata sopan, mendoakan kedua orang tua, baik hidup maupun sudah wafat, memenuhi kebutuhan mereka dengan harta dan tenaga, menghindari ucapan dan sikap kasar, mengutamakan mereka dalam hal kebaikan, selalu taat kepada mereka selama tidak bertentangan dengan syariat
Allah SWT berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Rabbku, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil.’” (QS. Al-Isra’: 24)
Berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan menuju surga dan keridhaan Allah. Ia adalah amal besar yang mendatangkan berkah di dunia dan akhirat. Maka, selama masih ada kesempatan, bersegeralah untuk menunjukkan kasih sayang, hormat, dan pengabdian kepada orang tua. Jangan tunggu hingga mereka tiada, karena waktu tak akan kembali.
“Orang tua adalah pintu surga terdekat. Jika kamu ingin surga, jagalah pintu itu baik-baik.” (HR. Tirmidzi)