Kembalikan pilihan mu kepada Allah, shalat lah istikharah

Shalat Istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan seorang Muslim ketika menghadapi pilihan atau kebimbangan dalam mengambil keputusan, untuk memohon petunjuk dari Allah SWT. Rasulullah SAW, mengajarkan kami shalat istikharah dalam semua urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami surat dari Al-Qur’an. Beliau bersabda:” jika salah seorang di antara kalian berkehendak melakukan suatu urusan, maka hendaklah ia shalat dua rakaat yang bukan dari shalat wajib, kemudian hendaklah ia berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ…” (HR. Bukhari no. 1166)
Keutamaan Shalat Istikharah:
Memperoleh bimbingan langsung dari Allah
Dengan shalat istikharah, kita menyerahkan urusan kepada Allah yang Maha Tahu mana yang terbaik bagi hamba-Nya.
Menjauhkan dari penyesalan
Karena keputusan diambil berdasarkan petunjuk dan doa kepada Allah, bukan hanya logika semata.
Tanda keimanan dan tawakal
Menunjukkan bahwa kita meyakini hanya Allah yang tahu mana yang terbaik.
Menenangkan hati dan pikiran
Shalat ini membantu hati menjadi lebih tenang dalam menentukan pilihan.
Cara Melaksanakan Shalat Istikharah:
Niat di dalam hati, atau boleh dilafalkan:
أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku niat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara:
Shalat dua rakaat (seperti shalat sunnah biasa):
Rakaat pertama: Al-Fatihah + Surat pilihan (misalnya Al-Kafirun)
Rakaat kedua: Al-Fatihah + Surat pilihan (misalnya Al-Ikhlas)
Setelah salam, membaca doa Istikharah berikut:
Doa Istikharah (HR. Bukhari no. 1166)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ (sebutkan keperluannya) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa. Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan niat/keperluannya) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka takdirkanlah untukku, mudahkanlah bagiku, dan berkahilah aku di dalamnya.
Namun jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkanlah aku darinya. Takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun itu berada, lalu buatlah aku ridha dengannya.”
Istikharah boleh dilakukan berkali-kali jika belum merasa yakin, petunjuk dari Allah bisa datang lewat ketenangan hati, kemudahan urusan, atau bahkan mimpi, tetapi tidak harus menunggu mimpi,Setelah shalat dan berdoa, tetap lakukan ikhtiar dan tawakal, semoga Allah selalu membimbing kita di jalan yang lurus aamiin.