Pengkhususan Sedekah di Hari Jumat

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

وَكَانَ مِنْ هَدْيِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْظِيمُ هَذَا الْيَوْمِ وَتَشْرِيفُهُ ، وَتَخْصِيصُهُ بِعِبَادَاتٍ يَخْتَصُّ بِهَا عَنْ غَيْرِهِ .

“Di antara petunjuk Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam adalah mengagungkan hari ini (hari Jum’at) dan memuliakannya. Juga mengkhususkan hari tersebut dengan ibadah-ibadah dibandingkan hari-hari lainnya” (Zaadul Ma’ad, 1/363).

Di antara bentuk pengkhususan tersebut, beliau juga menjelaskan:

أَنَّ لِلصَّدَقَةِ فِيهِ مَزِيَّةً عَلَيْهَا فِي سَائِرِ الأَيَّامِ، وَالصَّدَقَةُ فِيهِ بِالنِّسْبَةِ إِلَى سَائِرِ أَيَّامِ الأُسْبُوعِ كَالصَّدَقَةِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِالنِّسْبَةِ إِلَى سَائِرِ الشُّهُورِ

“Sedekah memiliki keistimewaan di hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya. Bersedekah di hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya selama satu pekan seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya” (Zaadul Ma’ad, 1/394)

Add a Comment

Butuh Bantuan?
1