Makna Agung Surah Al-Maidah dan Pesan Keadilan bagi Umat Islam

Islam adalah agama yang menegakkan keadilan dalam segala aspek kehidupan baik dalam ibadah, muamalah, maupun dalam hubungan sosial. Salah satu surah dalam Al-Qur’an yang sangat kuat menekankan nilai keadilan adalah Surah Al-Maidah, surah ke-5 dalam Al-Qur’an.

Surah ini tidak hanya berbicara tentang hukum halal dan haram, tetapi juga mengandung pesan moral yang mendalam tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan universal nilai-nilai yang menjadi pilar bagi masyarakat yang beriman.

Kata Al-Maidah berarti hidangan makanan, yang merujuk pada kisah para pengikut Nabi Isa A.S. yang meminta diturunkan hidangan dari langit sebagai tanda kebesaran Allah. Namun, lebih dari sekadar kisah itu, surah ini memuat pesan spiritual, sosial, dan hukum yang sangat relevan bagi umat Islam sepanjang zaman.

Di antara tema-tema utama Surah Al-Maidah adalah:

  1. Menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
  2. Menepati janji dan tanggung jawab sebagai seorang mukmin.
  3. Menjaga hubungan harmonis antarumat beragama.
  4. Menjauhi permusuhan dan kebencian.

Salah satu ayat paling terkenal dalam surah ini adalah firman Allah ﷻ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Maidah: 8)

Ayat ini menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan bahkan terhadap orang yang kita benci sekalipun. Dalam pandangan Islam, keadilan tidak boleh didasarkan pada emosi, kepentingan, atau golongan. Ia adalah perintah langsung dari Allah yang menjadi bagian dari ketakwaan.

Keadilan dalam Islam bukan hanya soal hukum, tetapi juga perilaku sehari-hari. Seorang Muslim dituntut untuk adil dalam:

  • Keluarga: tidak berat sebelah dalam memperlakukan anak atau pasangan.
  • Bisnis: tidak menipu dalam jual beli.
  • Kepemimpinan: tidak memihak hanya karena jabatan atau kekuasaan.
  • Sosial: menghormati hak orang lain tanpa memandang ras, suku, atau agama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah kelak akan berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, di sebelah kanan Ar-Rahman. Mereka adalah orang-orang yang berlaku adil dalam hukum, terhadap keluarga mereka, dan terhadap apa yang mereka pimpin.”
(HR. Muslim)

Surah Al-Maidah mengajarkan bahwa keadilan adalah ruh dari keimanan. Seorang Muslim sejati tidak akan menzalimi siapa pun, bahkan terhadap musuhnya. Menegakkan keadilan adalah bentuk ketakwaan tertinggi dan bukti cinta kita kepada Allah.

Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam keadilan beliau menegakkan hukum tanpa memandang siapa pelakunya, bahkan jika yang bersalah adalah orang dekat. Itulah bentuk keadilan sejati yang menjadi landasan Islam.

Add a Comment

All Categories

Recent Posts

Keimanan yang Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

Mendekat kepada Allah Melalui Kepedulian Sosial

Mangapa Allah Menguji Orang yang Sedang Berusaha Taat?

Butuh Bantuan?
1