Kematian adalah hal yang pasti

Kematian adalah satu-satunya kepastian yang tak dapat dihindari oleh setiap makhluk yang hidup. Dalam islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan akhirat yang kekal. Karena itu, seorang muslim hendaknya selalu mengingat kematian sebagai pengingat agar tidak terlena oleh dunia dan senantiasa memperbaiki diri.
Kematian Adalah Takdir yang Pasti
Allah SWT berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)
Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa setiap makhluk hidup, termasuk manusia, pasti akan meninggal dunia. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Hidup hanyalah sementara dan merupakan ladang amal untuk mempersiapkan kehidupan yang sesungguhnya di akhirat.
Allah juga berfirman:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa: 78)
Ayat ini mengajarkan bahwa tak seorang pun dapat lari dari kematian, meskipun ia berlindung di tempat yang paling aman sekalipun. Kematian Adalah Takdir yang Pasti
Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi, no. 2307 – hasan)
Hadis ini menekankan bahwa mengingat kematian akan mematahkan kesenangan dunia yang melalaikan. Orang yang sadar bahwa hidupnya akan berakhir sewaktu-waktu akan lebih hati-hati dalam berkata dan bertindak.
“Apabila ajal seseorang telah datang, maka tidak bisa dimajukan ataupun ditunda walau sesaat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ini memperkuat bahwa ajal sudah ditetapkan oleh Allah, dan tidak ada satu pun makhluk yang dapat mempercepat atau menundanya.
Hikmah mengingat kematian:
Mengingat kematian bukan untuk membuat kita takut berlebihan, tetapi agar kita:
Menjauhi Maksiat
Orang yang ingat mati tidak akan mudah berbuat dosa karena tahu bahwa setiap amal akan diperhitungkan kelak.
Semangat Beramal Saleh
Mengingat bahwa waktu di dunia terbatas akan membuat kita berlomba-lomba dalam kebaikan.
Tidak Terlena oleh Dunia
Dunia ini hanyalah sementara. Kekayaan, jabatan, dan ketenaran tidak akan dibawa mati. Yang dibawa hanyalah iman, amal saleh, dan akhlak.
Menjadi Pribadi Rendah Hati
Orang yang selalu ingat mati tidak akan sombong atau angkuh, karena sadar bahwa semua manusia berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah.
Hal yang harus disiapkan untuk menghadapi kematian:
Bertakwa kepada Allah
Takwa adalah bekal terbaik menghadapi kematian. Allah SWT berfirman:
“Dan berbekallah kamu, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Memperbanyak Amal Saleh
Shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, sedekah, dzikir, membantu sesama adalah investasi akhirat yang akan menemani kita setelah mati.
Muhasabah Diri
Nabi SAW bersabda: “Orang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi)
Kematian adalah Pengingat dan Penghapus Cinta Dunia. Banyak ulama dan sahabat Rasulullah yang menjadikan kematian sebagai pengingat utama dalam hidupnya. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
“Cukuplah kematian sebagai peringatan bagimu, wahai manusia.”
Setiap kali kita lupa tujuan hidup, sibuk mengejar dunia, atau tertipu oleh kenikmatan sesaat, ingatlah bahwa kematian sedang mengintai, dan bisa datang kapan saja, kematian bukanlah akhir, tapi permulaan kehidupan yang sesungguhnya. Orang beriman tidak takut mati, tapi bersiap-siap menghadapinya. Oleh karena itu, jadikan kematian sebagai guru terbaik yang mengajarkan kita untuk tidak lalai, terus memperbaiki diri, dan hidup sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang husnul khatimah dan diberikan keteguhan saat menghadapi sakaratul maut. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.