Hikmah siang dan malam dalam Islam

Dalam ajaran Islam, waktu memiliki nilai yang sangat penting. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan siang dan malam dengan segala hikmah dan manfaat bagi kehidupan manusia. Setiap detik dari waktu yang berlalu adalah kesempatan untuk mendekat kepada Allah, beramal saleh, dan memperbaiki diri. Al-Qur’an dan hadis banyak mengajarkan kepada umat Islam agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, termasuk waktu siang dan malam yang memiliki keutamaan masing-masing.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Yunus: 6), banyak keutamaan pada siang dan malam yang bisa kita dapatkan berikut beberapa keutamaan nya:
Keutamaan diwaktu siang
Waktu untuk Berusaha dan Mencari Nafkah Halal
Siang hari adalah waktu yang Allah sediakan untuk manusia berusaha mencari nafkah secara halal. Allah berfirman :
“Dan Kami jadikan siang itu untuk mencari penghidupan.” (QS. An-Naba’: 11)
Nabi Muhammad SAW juga memberi teladan dengan mendorong umatnya untuk bekerja keras di siang hari. Bekerja dengan niat yang benar adalah ibadah.
Waktu Pelaksanaan Shalat Fardhu
Tiga dari lima waktu shalat wajib berada di siang hari: Subuh, Dzuhur, dan Ashar. Menjaga shalat tepat waktu merupakan amal paling utama. Hadis Nabi SAW:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha dilakukan di pagi hari setelah matahari naik setinggi tombak (sekitar pukul 7–10 pagi). Shalat ini memiliki pahala yang sangat besar.Hadis Nabi SAW:
“Pada setiap pagi, setiap sendi dari salah satu di antara kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan dua rakaat dhuha dapat menggantikan itu semua.” (HR. Muslim)
Waktu Dikabulkannya Doa
Banyak ulama mengatakan bahwa waktu antara Dzuhur dan Ashar merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Bahkan Rasulullah SAW biasa memperbanyak doa di waktu siang dan sore.
Kutamaan diwaktu malam
Waktu untuk Istirahat dan Merenung
Malam adalah waktu istirahat setelah seharian beraktivitas. Namun, bagi orang beriman, malam juga merupakan saat terbaik untuk merenung, bertafakur, dan beribadah secara khusyuk. Allah berfirman:
“Dan karena rahmat-Nya, Dia menjadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam hari dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Qashash: 73)
Waktu yang Tenang untuk Mendekat kepada Allah
Saat malam sunyi dan kebanyakan manusia tidur, para hamba Allah yang taat bangun untuk bermunajat kepada-Nya. Allah sangat mencintai orang yang bangun malam untuk berdoa. Allah berfirman:
“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan pada waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzzammil: 6)
Keutamaan Shalat Tahajud
Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan disebut sebagai amalan orang-orang saleh terdahulu. Hadis Nabi:
“Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam), karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, bentuk mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, penghapus kesalahan, penolak dosa, dan pengusir penyakit dari tubuh.” (HR. Tirmidzi)
Waktu Turunnya Rahmat Allah
Allah turun ke langit dunia setiap sepertiga malam terakhir untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Hadis Nabi SAW:
“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan beri; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah menciptakan siang dan malam bukan tanpa tujuan. Masing-masing memiliki peran penting dalam kehidupan. Allah berfirman:
“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang (untuk bekerja).” (QS. Yunus: 67). Dalam ayat ini, jelas bahwa siang digunakan untuk aktivitas duniawi, dan malam digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan beristirahat. Keseimbangan antara keduanya merupakan kunci hidup seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Al-Hakim)
Waktu adalah nikmat besar yang seringkali dilalaikan oleh manusia. Siang dan malam adalah bagian dari waktu yang penuh berkah jika dimanfaatkan dengan baik. Islam mengajarkan agar setiap Muslim menjadikan siang hari sebagai waktu bekerja dan beramal, serta malam hari sebagai waktu beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, mari kita manfaatkan waktu siang dan malam sebaik mungkin untuk meraih keridhaan Allah, sebab waktu yang telah berlalu tak akan pernah kembali.