Di Balik Ujian Allah Sedang Mengangkat Derajat Hamba-Nya
Setiap manusia tidak pernah lepas dari ujian kehidupan. Kesulitan ekonomi, sakit, kegagalan, kehilangan, dan berbagai cobaan lainnya kerap hadir tanpa diduga. Dalam pandangan Islam, ujian bukanlah tanda kebencian Allah kepada hamba-Nya, melainkan bagian dari kasih sayang dan perhatian-Nya dalam membentuk keimanan serta akhlak seorang mukmin.
Allah Subhanahu wa Ta‘ala menegaskan bahwa iman tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus dibuktikan melalui keteguhan dalam menghadapi ujian.
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ‘Kami telah beriman’, sementara mereka tidak diuji?”
(QS. Al-‘Ankabut: 2)
Sikap Seorang Mukmin dalam Menghadapi Ujian
Dalam menghadapi ujian, seorang mukmin dianjurkan untuk:
- Bersabar dan tetap istiqamah dalam ketaatan
- Berprasangka baik kepada Allah atas setiap ketetapan-Nya
- Memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar
- Tidak berputus asa dari rahmat Allah
Ujian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan proses pembentukan yang Allah tetapkan bagi hamba-hamba pilihan-Nya. Di balik setiap kesulitan, tersimpan hikmah dan kemuliaan yang hanya dapat diraih dengan kesabaran dan keimanan. Semoga setiap ujian yang kita hadapi menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah dan mengangkat derajat kita di sisi-Nya.