Berbuat baiklah kepada yang membencimu

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak bisa menghindari adanya kebencian atau permusuhan dari orang lain. Namun, sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Islam menganjurkan umatnya untuk memiliki akhlak yang luhur, termasuk berbuat baik kepada orang yang membenci atau menyakiti kita. Sikap ini bukan hanya mencerminkan kemuliaan hati, tetapi juga merupakan bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.
Allah SWT. Berfirman dalam Al-Qur’an:
“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fussilat: 34)
Ayat ini menyebutkan bahwa membalas kebencian dengan kebaikan dapat melembutkan hati dan mempererat hubungan antar sesama manusia.
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam memperlakukan musuh-musuhnya dengan penuh kelembutan. Berikut beberapa hadis yang menjelaskan tentang keutamaan berbuat baik kepada orang yang membenci kita,
Hadis tentang menyambung silaturahmi meskipun diputus:
“Bukanlah orang yang menyambung (silaturahmi) itu orang yang membalas sama seperti yang ia terima, tetapi orang yang menyambung adalah orang yang jika diputuskan silaturahmi oleh orang lain, ia tetap menyambungnya.” (HR. Bukhari no. 5991)
Hadis tentang menahan amarah dan memaafkan:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya, padahal ia mampu meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat dan memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadis tentang akhlak mulia:
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 2018)
Kisah Teladan dari Rasulullah SAW.
Salah satu contoh nyata adalah kisah Rasulullah SAW dengan seorang wanita tua Yahudi yang selalu melempari beliau dengan kotoran setiap kali lewat di depan rumahnya. Suatu hari wanita itu sakit, dan Rasulullah SAW Justru menjenguknya. Karena kebaikan itu, wanita tersebut tersentuh dan akhirnya masuk Islam.
Dan juga ketika Rasulullah SAW menaklukkan Makkah dan berhadapan dengan musuh-musuhnya yang dahulu mengusir, menyiksa, dan memerangi beliau, para sahabat bertanya: “Apa yang akan engkau lakukan terhadap mereka, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab:
“Pergilah kalian, karena kalian bebas!” (HR. Ibnu Ishaq dan dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam). Beliau tidak membalas dengan pembalasan, melainkan memaafkan mereka semua. Inilah puncak kebaikan kepada musuh.
Keutamaan berbuat baik kepada yang membenci:
Mendapat Pahala yang Besar
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40). Allah menjanjikan pahala langsung bagi orang yang memilih memaafkan dan membalas dengan kebaikan.
Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat
“Tidaklah seseorang memaafkan orang lain, kecuali Allah akan menambah kemuliaan padanya.” (HR. Muslim). Setiap kali kita memaafkan dan berbuat baik, Allah akan meninggikan derajat kita di dunia dan akhirat.
Menjadi Penyebab Datangnya Hidayah
Orang yang dibalas dengan kebaikan seringkali hatinya luluh. Bisa jadi dari situ ia mendapat hidayah dan berubah menjadi orang yang lebih baik, bahkan menjadi sahabat sejati.
Mempererat Ukhuwah dan Persatuan Umat
Dengan menanggapi kebencian dengan kebaikan, kita menciptakan suasana damai yang memperkuat tali persaudaraan. Tidak ada dendam, tidak ada perpecahan, hanya kasih sayang.
Berbuat baik kepada orang yang membenci kita bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekuatan hati dan kemuliaan akhlak. Islam mengajarkan bahwa kasih sayang dan maaf lebih kuat dari dendam dan kebencian. Maka, mari kita senantiasa berusaha meneladani Rasulullah SAW, membalas keburukan dengan kebaikan, dan menjadi pribadi yang pemaaf.
Jadikan Rasulullah SAW, sebagai teladan utama dalam berakhlak. Jika beliau bisa memaafkan musuh-musuhnya, mengapa kita tidak? Marilah kita tumbuhkan kasih sayang dalam hati, meskipun kepada mereka yang membenci kita, karena rahmat Allah lebih besar dari semua rasa sakit yang ditimbulkan oleh manusia, Barakallahu fiikum.