Menghadapi Ujian Hidup dengan Doa Nabi Musa A.S yang Menenangkan

Dalam kehidupan, setiap orang pasti menghadapi berbagai tantangan. Ada kalanya kita merasa cemas, sulit menyampaikan pendapat, atau terbebani dengan urusan yang berat. Di saat seperti itu, doa Nabi Musa A.S menjadi salah satu doa paling indah untuk kita amalkan.

Ketika Nabi Musa diperintahkan untuk berdakwah kepada Fir’aun, beliau merasa khawatir karena beban yang berat dan kemampuan berbicara yang terbatas. Namun, beliau tidak menyerah. Nabi Musa justru berdoa dengan penuh ketulusan:

“Rabbi shrah lī ṣadrī. Wa yassir lī amrī. Waḥlul ‘uqdatan min lisānī. Yafqahū qawlī.”
(QS. Thaha: 25–28)

Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

Makna Mendalam dari Doa Nabi Musa

  1. Lapangkanlah dadaku – agar hati tetap tenang, tidak sempit, dan mampu menghadapi tantangan dengan sabar.
  2. Mudahkanlah urusanku – agar setiap langkah terasa ringan, tidak dipersulit, dan dimudahkan Allah dalam segala hal.
  3. Lepaskanlah kekakuan dari lidahku – agar ucapan jelas, tersampaikan dengan baik, dan mudah dipahami orang lain.

Doa ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam menjalankan tugas tidak hanya bergantung pada kecerdasan atau keberanian, tetapi juga pada pertolongan Allah.

Penutup

Doa Nabi Musa A.S adalah teladan bahwa dalam setiap kesulitan, kita sebaiknya tidak hanya mengandalkan kemampuan diri, melainkan juga bersandar penuh kepada Allah. Dengan doa ini, hati menjadi lapang, urusan dimudahkan, dan komunikasi lancar.

Amalkan doa ini setiap hari, terutama saat akan menghadapi ujian, tantangan, atau beban berat. Karena sesungguhnya, siapa yang bersandar kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.

Add a Comment

All Categories

Recent Posts

Keimanan yang Menjadikan Hidup Lebih Bermakna

Mendekat kepada Allah Melalui Kepedulian Sosial

Mangapa Allah Menguji Orang yang Sedang Berusaha Taat?

Butuh Bantuan?
1