Keutamaan Menahan Amarah dalam Islam
Keutamaan Menahan Amarah dalam Islam
Amarah adalah sifat manusiawi yang dapat muncul akibat kekecewaan, ketidakadilan, atau tekanan emosional. Namun dalam Islam, menahan amarah adalah salah satu bentuk kemuliaan akhlak dan termasuk ibadah yang sangat dianjurkan. Sifat ini menunjukkan kedewasaan, ketakwaan, dan kekuatan sejati seseorang dalam mengendalikan dirinya.
Menahan Amarah adalah Tanda Kekuatan Sejati
Dalam pandangan Islam, orang yang kuat bukanlah yang bisa mengalahkan lawannya dalam pertarungan, melainkan yang mampu mengendalikan dirinya saat marah. Rasulullah SAW bersabda:
“Bukanlah orang kuat itu yang jago bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari no. 6114 dan Muslim no. 2609) Hadis ini menekankan bahwa kekuatan sejati adalah pengendalian diri, bukan kekuatan fisik.
Dijanjikan Surga bagi Orang yang Menahan Amarah
Allah menjanjikan surga bagi mereka yang mampu menahan amarahnya, bahkan ketika mereka memiliki kesempatan untuk melampiaskannya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134). Ayat ini menekankan bahwa menahan amarah adalah bentuk kebaikan yang dicintai oleh Allah. Seseorang yang melakukannya akan mendapat balasan berupa cinta dan ridha Allah serta balasan surga-Nya.
Ganjaran Besar di Hari Kiamat
Menahan amarah juga menjadi sebab mendapatkan kehormatan di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menahan amarah padahal ia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari kiamat hingga Allah memberinya pilihan bidadari yang ia sukai.” (HR. Abu Dawud no. 4777 dan At-Tirmidzi no. 2021, hasan) Hadis ini menunjukkan betapa besar ganjaran menahan amarah, yaitu kemuliaan di hadapan makhluk di hari kiamat dan kenikmatan di surga.
Menahan Amarah Membawa Kedamaian Hati
Seseorang yang mampu menahan amarah cenderung memiliki hati yang tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi. Ini membuat hidupnya lebih damai dan jauh dari konflik. Dalam Islam, menjaga hati agar tetap bersih dan tenang merupakan salah satu bentuk ibadah batin yang bernilai tinggi.
Menjadi Sebab Dicintai Sesama
Menahan amarah juga mempererat tali persaudaraan dan menciptakan suasana damai dalam masyarakat. Seseorang yang sabar dan tidak mudah marah akan lebih mudah diterima dan dicintai oleh orang lain. Ini merupakan bentuk dakwah dengan akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Menahan amarah memang tidak mudah, tetapi bisa dilatih. Salah satu cara yang diajarkan Rasulullah SAW adalah dengan berwudhu ketika marah. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api. Api bisa dipadamkan dengan air. Maka jika salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia berwudhu.” (HR. Abu Dawud no. 4784). Dengan niat yang kuat, latihan diri, dan memohon pertolongan Allah, insya Allah kita mampu menjadi pribadi yang lebih sabar dan lebih baik.